Keesokan harinya di kantor, suasana pagi terasa begitu sibuk dengan lalu-lalang karyawan yang berkejaran dengan waktu. Davina, yang sudah kembali masuk bekerja setelah dinas luar kota dan ketegangan di apartemennya kemarin, melangkah memasuki lobi gedung utama dengan napas yang sedikit tertahan. Belum sempat ia berjalan jauh ke arah lift, sebuah suara familiar memanggil namanya dari belakang. "Davina?" Davina menoleh dan mendapati Inka berjalan mendekatinya dengan senyum cerah. "Eh, Inka. Pagi," sapa Davina, berusaha menampilkan senyum sesegar mungkin meski bayang-bayang kejadian semalam masih menghantui pikirannya. "Pagi, Dav. Wah, mukanya udah nggak sepucat kemarin nih. Udah enakan?" tanya Inka sambil merangkul lengan Davina berjalan berdampingan menuju jajaran lift khusus karyawan. "Udah, kok. Jauh lebih baik," jawab Davina singkat. Begitu mereka tiba di depan pintu lift, tombol penunjuk lantai sudah menyala di angka sembilan. Tak lama kemudian, bunyi ding berdengu
Last Updated : 2026-08-22 Read more