Trian keluar dari kamar mandi dengan balusan pakaian rumah yang santai, sementara handuk kecil masih mengeringkan rambutnya yang basah. Wajahnya terlihat jauh lebih segar meski sisa-sisa pening akibat alkohol semalam masih sedikit membayangi. Ia melangkah menghampiri meja makan, tempat di mana Davina sudah menunggunya dengan seporsi sup hangat yang mengepulkan uap tipis. Tanpa aba-aba, Trian langsung merengkuh tubuh Davina dari belakang, memeluk kekasihnya itu erat-erat seolah tidak terjadi apa-apa di antara mereka. "Makasih ya, Dav. Kamu memang yang paling pengertian," bisik Trian lembut, mendaratkan kecupan singkat di puncak kepala Davina. Davina mengerjap, merasakan dadanya bergemuruh menahan sesak. Namun, dengan kepiawaian yang luar biasa, ia berusaha mengimbangi sikap Trian. Ia membalikkan badan, membalas pelukan itu, dan memasang senyuman manis senatural mungkin di hadapan sang kekasih. "Sama-sama, Mas. Makanya jangan suka bandel kalau minum," balas Davina dengan n
Last Updated : 2026-08-24 Read more