Keesokan harinya, Trian berdiri di depan pintu unit apartemen Davina. Napasnya teratur, jemarinya mantap menekan tombol bel. Ia tidak akan mundur lagi kali ini. Pintu terbuka beberapa saat kemudian. Davina muncul dengan pakaian santai, namun raut wajahnya seketika berubah dingin saat melihat siapa yang berdiri di hadapannya. "Mau apa lagi ke sini, Mas?" tanya Davina langsung, suaranya terdengar datar tanpa ramah tamah. "Saya perlu bicara, Dav. Tolong kasih saya waktu sepuluh menit," ujar Trian tenang. Davina menghela napas panjang dan menggeleng pelan. "Nggak ada lagi yang perlu dibicarakan. Hubungan kita sudah selesai sejak dua hari lalu." "Belum selesai, Davina," potong Trian tegas. "Kamu memutus hubungan ini berdasarkan kebohongan. Izinkan saya masuk sebentar." "Saya nggak mau, Mas Trian!" suara Davina mulai meninggi, menahan emosi yang mendadak meluap. "Semua sudah jelas! Saya lihat sendiri ada darah di seprei kamu, dan saya udah baca semua pesan dari Mulan yang
Last Updated : 2026-08-29 Read more