"Oh, maksud saya... kalian semua memang harus makan yang teratur supaya bisa lebih meningkatkan produktivitas kerja," ralat Trian dengan nada kaku yang dibuat-buat, mencoba bersikap profesional. Ia bahkan mengangkat sumpitnya kembali.Trian, yang baru saja menyadari bahwa gerakannya tadi kelewat batas dan mengundang perhatian, seketika merasakan gelombang kecanggungan menghantam dirinya. Pria perfeksionis itu berdehem pelan, berusaha menutupi salah tingkah di hadapan para bawahannya. "Kalian juga mau daging milik saya?" tawar Trian kaku, menyumpit sisa daging di mangkuknya dan menawarkannya pada Inka serta Leo dengan canggung.Inka dan Leo langsung saling berpandangan, sama-sama tertegun."Ah... terima kasih, Mas. Kebetulan saya sudah kenyang. Silakan dilanjutkan saja makanannya," jawab Inka cepat sambil tersenyum canggung, menyembunyikan kebingungan luar biasa di balik sopan santunnya.Merasa suasana semakin aneh dan sarat akan tanda tanya, mereka akhirnya memilih untuk kembali
Last Updated : 2026-07-23 Read more