" Mau mandi bareng, setelah ini?" Bisik Trian lembut.Pria itu melumat bibir Davina dengan begitu rakus, seolah ingin menyedot seluruh napas dari paru-paru wanita itu. Permainan lidahnya menjadi semakin agresif, mendesak hingga membuat Davina tersengal, kesulitan mempertahankan ritme napasnya sendiri. Sementara itu, tangan Trian menari liar, meremas kedua gundukan daging empuk yang sejak kemarin sudah sangat ia rindukan. Bagian tubuh itu adalah mahakarya yang selalu menjadi obsesi terdalam Trian. Akhir-akhir ini ia membayangkan bagaimana rasanya ketika miliknya dijepit di antara dua gunung kembar yang kenyal dan hangat itu.Dengan satu tarikan napas, Trian memberi instruksi tanpa kata. Ia menuntun Davina untuk berjongkok di hadapannya."Pijat dengan dadamu yang kenyal itu, Dav," bisik Trian, suaranya serak sarat akan tuntutan.Davina, yang kini sudah sepenuhnya dikuasai oleh gairah yang ia sendiri pun tak bisa lagi kendalikan, mengangguk patuh. Dengan jemarinya yang lembut, ia
Last Updated : 2026-07-27 Read more