Suasana di divisi operasional masih terasa begitu pekat dan mencekam akibat aura dingin yang dipancarkan oleh Trian dari dalam ruang kerjanya. Selepas jam makan siang, para staf memilih untuk kembali menunduk sibuk di depan layar komputer masing-masing demi menghindari amukan sang manajer.Di tengah keheningan yang menyesakkan itu, Leo melirik sekilas ke arah ruang kerja Trian, lalu menarik kursi rodanya mendekati kubikel Davina secara diam-diam. Pemuda itu meletakkan sebungkus snack cokelat di atas meja Davina sambil tersenyum lebar."Hei, muram banget mukanya, Neng Davina," bisik Leo setengah berbisik dengan gaya santai. "Jangan dipikirin banget tatapan maut ala kutub utara dari singa kantor itu. Nanti cantiknya malah pudar, lho."Davina mendesah pelan, menatap sekilas bungkusan cokelat di hadapannya sebelum beralih menatap Leo. "Bisa nggak, Leo, kamu jangan panggil aku begitu? Lagi pula aku nggak mikirin apa-apa kok, cuma agak pusing sama laporan kuartal ini.""Alah, bohong!" c
Last Updated : 2026-07-28 Read more