"Inka, Leo, ke ruangan saya sekarang."Suara Trian lewat intercom terdengar begitu tegang dan tidak sabaran. Belum ada satu menit sejak tombol itu dilepas, pintu kaca ruang manajer sudah diketuk cepat, dan Inka bersama Leo langsung nyelonong masuk dengan muka masam tanpa menunggu dipersilakan."Ada apa lagi, Mas? Kalau soal laporan keuangan, sudah saya serahkan di meja dari kemarin," semprot Inka ketus, langsung memutar kursi rodanya mendekati meja kerja Trian sambil bersidekap dada.Leo di sampingnya ikut menimpali dengan nada tidak kalah sinis. "Iya, Mas Trian. Jam kerja baru mulai, tapi mukanya sudah kusut begitu. Jangan bilang Mas mau cari gara-gara lagi sama staf divisi kita?"Trian tidak memedulikan nada bicara kedua bawahannya yang terdengar menyebalkan itu. Pria tersebut berdiri dari kursinya, wajahnya menyiratkan kepanikan luar biasa yang tidak bisa ditutupi lagi."Bukan soal laporan," potong Trian cepat, suaranya sedikit bergetar. "Saya mau tanya... kalian tahu di mana
Last Updated : 2026-07-29 Read more