Beberapa minggu setelah semua yang terjadi dengan Sentot, kehidupan di kediaman perlahan menemukan ritme barunya—lebih tenang, lebih ringan, seolah beban yang selama bertahun-tahun menggantung akhirnya benar-benar terangkat."Kau kelihatan berbeda," Nyai Sekar komentar, dateng berkunjung bareng Melati yang sekarang udah lancar ngobrol, ngoceh sana-sini dengan kosakata yang berkembang pesat."Berbeda gimana?" Ratri nanya, natap perutnya yang mulai membesar dengan senyum lembut."Lebih tenang," Nyai Sekar ngejelasin. "Kayak ada beban yang akhirnya hilang dari wajahmu.""Karena emang begitu," Ratri mengakui, mengelus perutnya lembut. "Setelah bertahun-tahun mencari jawaban, akhirnya aku bisa benar-benar berdamai."Arya, yang lagi main sama Melati di sudut ruangan, tiba-tiba dateng ke Ratri, natap perutnya penasaran. "Adikku udah gede belum, Bu?""Makin gede, Nak," Ratri ngejawab, ketawa lembut. "Sabar ya, masih beberapa bulan lagi.""Aku udah bikinin dia buku cerita," Arya ngasih tau ban
최신 업데이트 : 2026-08-11 더 보기