Suatu pagi, Dyah datang berkunjung dengan wajah yang berbinar penuh kegembiraan, hampir tidak sabar menunggu sampai dia duduk sebelum mengumumkan kabarnya."Kak Ratri!" Dyah berseru, langsung memeluk kakaknya erat. "Aku hamil!"Ratri, yang kaget sekaligus bahagia, langsung memeluk balik adiknya dengan mata berkaca-kaca. "Sungguh? Kapan kau tahu?""Baru kemarin," Dyah mengaku, masih tidak bisa menahan senyumnya. "Arka bahkan sampai menangis saking bahagianya.""Aku sangat senang untukmu, Dik," Ratri berkata tulus, mengelus perutnya sendiri yang sudah cukup besar. "Sekarang kita akan hamil berbarengan, meski beda beberapa bulan.""Aku tidak sabar!" Dyah berkata semangat. "Anak-anak kita akan tumbuh besar bersama, seperti sepupu sungguhan."Wira, yang mendengar kabar itu dari ruang kerja, ikut keluar dengan senyum lebar. "Selamat, Dyah. Aku senang sekali untuk kalian berdua.""Terima kasih, Kak Wira," Dyah berkata, memeluknya juga. "Ini semua berkat dukungan kalian juga, membantu kami me
Last Updated : 2026-08-13 Read more