Malam-malam berikutnya, Dyah kesulitan tidur, pikirannya berputar terus antara keyakinan dan keraguan yang saling tarik-menarik di dadanya."Kau nggak apa-apa?" Nyai Sekar nanya, dateng jenguk begitu denger kabar penundaan pernikahan itu, natap Dyah yang matanya udah gelap sisa kurang tidur."Aku nggak tau harus percaya apa," Dyah ngaku, suaranya lemah. "Aku pengen percaya Arka sepenuhnya, tapi setiap kali aku coba, ada suara kecil di kepalaku yang nanya, 'gimana kalau kau salah?'""Itu wajar," Nyai Sekar ngomong lembut, duduk di sampingnya. "Kau bukan cuma mikirin dirimu sendiri, tapi juga keluargamu, keamanan semua orang yang kau sayangi.""Tapi rasanya kayak aku ngkhianatin dia dengan ragu kayak gini," Dyah ngaku, air mata mulai menggenang. "Dia udah janji dia nggak terlibat, dan aku pengen percaya itu sepenuh hati.""Percaya nggak selalu berarti nggak pernah ragu," Nyai Sekar ngingetin. "Kadang, percaya itu artinya tetap milih buat berdiri di samping seseorang, meski ada bagian da
최신 업데이트 : 2026-07-31 더 보기