Suatu malam, waktu Ratri sama Wira lagi ada urusan mendadak sama Ki Bramantyo, Nyai Sekar dengan senang hati nawarin diri buat nemenin Arya tidur, kayak yang sering dia lakuin kalau kedua orang tuanya lagi sibuk."Bibi Sekar, cerita dong," Arya minta, udah rebahan rapi di ranjangnya, matanya berbinar penuh harap."Cerita apa, Nak?" Nyai Sekar nanya, duduk di tepi ranjang."Yang ada prajuritnya," Arya ngomong semangat. "Kayak Ayah."Nyai Sekar mikir sesaat, senyum lembut muncul. "Kau tau nggak, kau punya paman yang juga prajurit hebat?"Mata Arya langsung melebar penuh minat. "Paman? Aku punya paman?""Namanya Arya," Nyai Sekar ngejelasin, "sama kayak namamu. Dia kakaknya ibumu.""Ceritain!" Arya minta, duduk tegak saking excitednya.Nyai Sekar cerita pelan-pelan, versi yang sering dia denger dari Ratri sendiri selama bertahun-tahun—soal Arya yang berani, yang selalu ngelindungin anak buahnya, yang jadi kebanggaan Wilatikta."Dia prajurit paling berani yang pernah ada," Nyai Sekar ngo
최신 업데이트 : 2026-08-02 더 보기