Pagi itu, di tengah kebahagiaan yang masih menyelimuti kediaman gara-gara kabar kehamilan Ratri, Ki Bramantyo dateng bawa laporan baru yang bikin suasana sedikit berubah. Sinar matahari pagi yang tadinya cerah dan hangat, tiba-tiba kerasa lebih berat begitu Ki Bramantyo masuk dengan wajah serius."Jenderal, ada laporan dari penjaga perbatasan utara," Ki Bramantyo ngasih tau, natap Wira dan Ratri yang lagi sarapan santai. "Seseorang yang cocok sama ciri-ciri Wongso keliatan di sebuah desa kecil deket perbatasan, sekitar tiga hari lalu."Wira ngangkat alis, natap laporan yang dibawa Ki Bramantyo. "Cocok sama ciri-ciri gimana?""Lelaki paruh baya, bekas luka di pipi kiri," Ki Bramantyo ngejelasin, ngutip laporan itu. "Penjaga desa curiga karena dia nanya-nanya soal jalur menuju pegunungan, tapi begitu ditanya lebih lanjut, dia langsung pergi.""Itu bisa jadi dia," Ratri ngomong, natap Wira khawatir."Bisa jadi," Wira ngangguk, meski nadanya tetap tenang, nggak mau bikin Ratri terlalu cem
Last Updated : 2026-07-26 Read more