Setelah ketegangan di area administrasi berlalu, Renata melangkah menuju lantai VIP.Ia berniat memeriksa kondisi ayahnya melalui kaca luar ruang perawatan intensif sebelum kembali ke kamar asrama.Langkah kakinya menyusuri koridor berlantai marmer yang tenang, mencoba menetralkan sisa kepanikan akibat ulah posesif Daniel pagi tadi.Namun, ketenangan di lorong VIP itu tidak bertahan lama.Dari arah lift khusus, terdengar derap langkah kaki yang teratur dan nyaring.Renata menghentikan langkahnya, menoleh ke ujung lorong.Sosok Helena Gideon muncul dengan gaun mewah yang teratur rapi, dikawal oleh dua pengawal pribadi bersetelan hitam.Wanita tua itu melangkah penuh keangkuhan, menyunggingkan senyum miring yang sarat akan kemenangan.Helena sengaja datang secara mendadak untuk menyaksikan kehancuran Renata.Di dalam benaknya, skenario manis sudah tersusun rapi: ia yakin akan menemukan menantu miskinnya itu sedang menangis histeris, meratap pasrah, dan bersimpuh di depan pintu ICU untuk
Zuletzt aktualisiert : 2026-08-08 Mehr lesen