"Mama, Noval masih mau main," rengek Noval."Nanti, Nak. Sekarang istirahat dulu. Mama dan Papa kasih makan.""Noval tidak lapar.""Cuma sebentar. Nanti kalau matahari sudah tidak terlalu panas, kita main lagi."Noval mengangguk meskipun wajahnya masih cemberut.Mereka sampai di tikar. Arini melepaskan gendongannya, menurunkan Noval perlahan. Wandi sudah menyiapkan tikar yang lebih lebar, dengan bantal-bantal kecil untuk bersandar. Di atas tikar, sudah terhampar kotak bekal berisi buah-buahan, roti bakar sisa tadi, dan dua botol air mineral."Noval, duduk sini," ucap Wandi sambil menepuk tikar di sampingnya.Noval duduk bersila, tangannya yang masih basah karena air laut, mengusap-usap pasir yang menempel di celananya.Arini duduk di sisi lain Noval, menghela napas lega. Dia mengusap keringat di dahinya dengan punggung tangan."Wan, panas banget," ucap Arini."Iya. Makanya aku panggil. Nanti kalian pada dehidrasi."Wandi membuka kotak bekal. Di dalamnya, teronggok potongan-potongan bu
Last Updated : 2026-08-14 Read more