Wandi menatap Arini yang masih tertidur. Wajahnya yang pucat semalam, kini mulai memerah sedikit. Bibirnya yang tadinya pecah-pecah, kini terlihat lebih lembab. Dadanya naik turun pelan, teratur, tanda bahwa dia tidur nyenyak. Di samping Arini, Noval juga masih tertidur, tangan kanannya masih memegang mobil-mobilan Hot Wheel, tangan kirinya memeluk kotak musik. Wajahnya yang semalam basah oleh air mata, kini kering, hanya menyisakan garis-garis tipis di pipinya.Wandi tersenyum."Aku berhasil. Aku menyelamatkan mereka."Dia tidak ingin bangun. Dia ingin terus berbaring di sini, memeluk Arini, merasakan kehangatan tubuhnya, mendengar detak jantungnya. Tapi alam memanggil, dia harus ke kamar mandi.Dengan hati-hati, Wandi melepaskan pelukannya, berusaha tidak membangunkan Arini. Dia bangkit dari kasur, kakinya yang telanjang mendarat di lantai keramik yang dingin. Dia berjalan ke kamar mandi, membasuh wajahnya, buang air kecil, lalu kembali ke kamar.Tapi ketika dia melangkah keluar dar
Terakhir Diperbarui : 2026-08-29 Baca selengkapnya