“Vit, gue udah di depan bar, nih. Lo udah mastiin kasir bar tau gue yang bakal datang ngambil titipannya, kan?” Arka berbicara dengan nada rendah melalui sambungan telepon seluler, sesaat setelah memarkirkan SUV bosnya di pelataran sebuah bar yang beroperasi dua belas jam. “Oke deh, masuk sekarang aja kali, ya.”Arka mengakhiri panggilan sepihak. Ia mengembuskan napas panjang sembari menatap papan nama bar yang berpendar temaram di bawah terik siang. ‘Kenapa gue harus pura-pura jadi DC utang gini lagi, sih?’ gerutu Arka dalam hati.Kedatangan Arka ke tempat itu sebenarnya atas permintaan Vito, kenalan lama yang bekerja di bagian logistik. Vito meminta bantuan Arka untuk menagih uang pesanan pasokan daging burger yang sudah menunggak satu minggu dari kasir bar tersebut. Postur tubuh Arka yang tinggi tegap, ditunjang rahang tegas dan tatapan mata yang tajam, memang selalu berhasil mengintimidasi para pelanggan yang bebal dalam melunasi kewajiban mereka.Arka melangkah masuk ke dalam
Last Updated : 2026-07-11 Read more