Share

Mimpi Terlarang

Author: MJoy Ganteng
last update publish date: 2026-07-11 09:42:41
Langkah kaki Arka terhenti tepat dua jengkal di belakang sang majikan laki-lakinya. Suasana canggung yang sempat ia khawatirkan beberapa saat lalu ternyata terkubur dalam-dalam oleh ketegangan dingin yang membeku di antara suami istri tersebut.

Ruangan apartemen mewah itu terasa begitu mencekam, seolah udara di dalamnya tersedot habis oleh ego masing-masing. Adrian bahkan tidak melirik sedikit pun ke arah istrinya yang baru saja menata diri dengan rapi, melainkan langsung melemparkan titah deng
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Marahnya Orang Baik

    "Arka, bawa Clarissa ke kamar tamu. Ini udah malam, Paman sama Bibimu lagi gak bisa ngebahas apa-apa sekarang," ucap Paman Timo tegas pada Arka."Paman, aku gak mau dia ada di sini. Dia gak boleh tinggal di sini karena aku bakal langsung bawa dia pergi!" jawab Arka yang sangat keberatan dengan keputusan pamannya."Ini udah malam, Arka. Gak mungkin Paman membiarkan kamu ngusir dia gitu aja. Dia lagi hamil, apa kamu tega ngusir perempuan hamil malam-malam begini?" Ucapan Paman Timo seketika membungkam Arka."Demi harga dirimu sebagai laki-laki, turuti kata Paman, Arka! Bawa dia ke kamar tamu. Besok pagi kita bahas semuanya!" Paman Timo menyelesaikan ucapannya lalu berbalik melangkah menuju kamar Arka.Tak lama kemudian, Paman Timo keluar dari kamar Arka sambil membopong si kecil Rania yang tertidur pulas tanpa melepaskan boneka beruang kesayangannya di pelukan."Rania bakal tidur sama kami. Paman gak mau pas dia bangun, dia melihat cewek asing ada di rumah ini," ujar Paman Timo dingin d

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Tamu Tak Diundang

    Tok! Tok! Tok!Pintu ruang rawat Adrian terdengar diketuk. Gisel segera membuyarkan lamunan dan curahan hatinya sembari mengusap air mata yang membasahi wajahnya.Gisel berjalan ke depan pintu lalu membukanya. Seorang perawat masuk untuk memeriksa kondisi Adrian, membuat pria yang terbaring itu terbangun dari tidurnya.Setelah perawat selesai memeriksa keadaan Adrian serta mengganti cairan infus yang hampir habis, Gisel menutup kembali pintu agar mantan suaminya itu bisa beristirahat lagi."Gisel, kamu udah makan? Aku belum lihat kamu makan dari tadi," tanya Adrian lembut pada Gisel."Aku belum makan dan rasanya lagi gak nafsu. Perutku gak enak kalau dimasukin makanan," jawab Gisel lesu. "Kamu mau minum obat?" tanya Gisel balik.Adrian menggelengkan kepalanya. "Belum. Maksudku tadi, aku mau makan bareng kamu baru minum obat. Tapi karena kamu gak mau makan, aku juga rasanya males."Gisel mengerutkan dahinya, berkacak pinggang sejenak sebelum memelototi Adrian."Jadi kalau aku gak makan

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Pulanglah

    “Kamu di mana, Sayang?! Pulang, Gisel... Aku kayak orang gila nyariin kamu ke mana-mana," racau Arka panik, mencecar setiap pertanyaan yang menyiksa pikirannya selama dua hari ini.Ke mana Gisel pergi, bagaimana kondisinya, bersama siapa dia sekarang, tak lupa tumpahan kata maaf yang mengalir dari bibirnya yang gemetar.‘Lebih dari apa pun, aku baik-baik aja... walau kamu pergi ninggalin aku di pinggir jalan di dekat rumah istrimu itu,’ jawab Gisel dengan satu kalimat panjang, datar, dan mematikan. Setiap kata yang keluar dari bibir Gisel menusuk tepat di jantung Arka, membuatnya tak berkutik."Sayang, maafin aku... Aku gak sengaja ninggalin kamu waktu itu! Clarissa—"‘Cukup! Aku mohon sama kamu, untuk saat ini jangan pernah sebut nama perempuan itu di telingaku!’ potong Gisel cepat dan tegas, menolak mentah-mentah penjelasan Arka mengenai kondisi Clarissa.‘Sesuka itu kamu sama dia sampai-sampai dalam situasi kita yang gak berkomunikasi begini, sempat-sempatnya kamu sebut nama peremp

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Jejak Berdarah

    Adrian terdiam seketika. Bibirnya yang pucat mengatup rapat. Pria itu hanya mampu menyunggingkan senyum lemah seraya menggelengkan kepala perlahan. Ia secara sadar memilih menutupi kebenaran mengerikan itu agar Gisel tidak terseret ke dalam jaring bahaya.Pikiran Adrian melayang cepat pada kalimat terakhir yang diucapkan oleh salah satu eksekutor berjaket hitam sebelum pisau merobek perutnya.'Lo salah besar karena udah berani mengusik cewek itu, Bro!'‘Aku tahu siapa di balik semua ini…’ bisik Adrian dalam batinnya yang membara. Mereka bukan perempuan biasa. ‘Clarissa punya jaringan bisnis gelap yang menggurita di dunia malam, dengan koneksi dari kalangan pejabat licik hingga mafia kelas atas.’‘Sangat mudah bagi permainan iblis itu buay menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawaku!’Adrian menganalisis semuanya di dalam hati. Ia yakin seratus persen bahwa penyerangan ini adalah tindakan balasan dari Clarissa atas penangkapan Mila dan ancaman terbongkarnya konspirasi kehamilan p

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Bayangan Surgawi

    "Adrian… bangun! Buka mata kamu…"Suara itu terdengar begitu halus, lembut, dan menenangkan, bergema di tengah kegelapan hampa yang teramat dingin. Adrian membuka matanya perlahan. Pandangannya remang-remang, namun perlahan batas-batas cahaya mulai membentuk sebuah siluet indah yang teramat sangat ia kenal.Di atas wajahnya, berdiri sosok Gisel. Wanita itu mengenakan gaun putih anggun yang melambai ditiup angin lembut. Rambut hitam lurusnya yang berkilau menjuntai ke bawah, memayungi pandangan Adrian dari kesakitan duniawi. Senyum Gisel mengembang—begitu murni, begitu menyejukkan. Dan perlahan Adrian menyadari, kepalanya sedang berbaring hangat di atas pangkuan Gisel.‘Apa aku udah di surga? Atau ini dunia lainnya?’ batin Adrian tertegun. Pikirannya buntu. Rasanya mustahil ia bisa merasakan kedamaian sesempurna ini setelah apa yang terjadi di lorong parkiran sepi itu. ‘Atau semua ini cuma mimpi?Suara Adrian tak mampu keluar. Tenggorokannya membeku, hanya batinnya yang mampu berbisik

  • Mas Duda, Beri Aku Lebih!   Hantaman Jahat

    Dua malam sudah Arka mencari keberadaan Gisel tanpa hasil. Setelah meninggalkan Clarissa di klinik pribadi Dokter Margareth, Arka kebingungan setengah mati dan kehilangan jejak istrinya. Lelah fisik dan batin membuat Arka memutar arah, kembali ke Metro City, menuju kediaman Paman Timo—orang kepercayaan keluarga besar mereka.Di dalam ruang tamu yang hening, Arka duduk tertunduk membeberkan semua kekacauan yang terjadi, termasuk kondisi Clarissa yang sempat pendarahan hingga terlantarnya Gisel seorang diri."KETERLALUAN KAMU, ARKA!" bentak Paman Timo menggelegar, memukul meja hingga cangkir di atasnya bergetar. "Bisa-bisanya kamu nelantarin Gisel begitu aja?! Di mana otak dan akal sehatmu, hah?! Lebih penting perempuan pengganggu itu dibanding istri sahmu sendiri?!"Paman Timo menghela napas berat, menatap Arka dengan raut kecewa yang mendalam."Waktu aku diminta menyelidiki relasi Adrian dulu, nama Clarissa itu sudah muncul sebagai teman dekat Mila. Cewek itu bukan perempuan baik-bai

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status