"Aku tidak pernah menyangka..." bisik Tika, "aku akan menemukan pria sepertimu, Ron. Dan aku bersyukur." Tika menarik Roni ke bawah, membaringkannya di atas rumput lembut tepi sungai. Tubuhnya yang hangat menempel di atas Roni, tangannya merayap di dada bidang pria itu, merasakan setiap detak jantung yang berpacu. Dengan hati-hati, ia menuntun barang Roni ke pintu gerbangnya, menggigit bibir bawahnya menahan degup jantung yang semakin kencang. "Ron... aku ingin," bisik Tika, matanya mulai sayu. "Masukkanlah." Roni menggenggam pinggang Tika, perlahan menekan masuk. Tika menarik napas tajam, tubuhnya menegang saat merasakan benda besar yang perlahan mengisi rongga tubuhnya. Ada rasa sakit yang menusuk, tapi juga kenikmatan yang menggeliat di setiap serat tubuhnya. "Ahh... Ron..." desah Tika, kukunya mencengkeram punggung Roni. Roni mulai bergerak, pelan pada awalnya, memberi Tika waktu untuk menyesuaikan diri. Tapi hasrat yang membara cepat meluap, dan gerakannya semakin cepat,
Zuletzt aktualisiert : 2026-08-08 Mehr lesen