Loly berdiri, berjalan pelan mengitari mejanya hingga berdiri di samping Roni. Ia menatap pemuda itu dari atas, tangannya meraih bahu Roni dengan lembut. "Kau tahu, Roni, sejak semalam aku tidak bisa melupakanmu. Awalnya aku kecewa karena kau mengeluarkannya di dalam, di masa suburku. Tapi setelah aku pikir-pikir..." ia tersenyum, "aku tidak masalah jika aku hamil. Bahkan, mungkin itu yang aku inginkan." Roni menatap Loly dengan bingung, tidak mengerti arah pembicaraan wanita itu. "Bu Loly, apa hubungannya dengan Ajeng dan Ningrum?" Loly tertawa kecil, tangannya mulai bermain-main di pundak Roni. "Hubungannya adalah, aku bisa menjamin kedua gadis itu bekerja dengan aman di sini, tanpa ada yang menyentuh mereka. Mereka akan bekerja di bagian administrasi yang bersih, tidak pernah berurusan dengan pelanggan." Ia menunduk, berbisik di telinga Roni, "Tapi ada syaratnya." Roni menahan napas, merasakan bulu kuduknya merinding. "Syarat apa?" Loly tersenyum genit, "Kau harus melayanik
Last Updated : 2026-08-02 Read more