Setelah semua piring dan gelas kosong, Dinda, Bu Sri, dan Ningrum mulai mengumpulkan peralatan makan untuk dicuci di belakang rumah. Ningrum terlihat masih sedikit canggung saat lewat di dekat Roni, tapi ia berusaha tersenyum sopan. Sementara itu, Roni, Bram, dan Pak Anwar berjalan keluar untuk duduk santai di halaman. Bram menuangkan sisa teh ke gelas mereka, lalu mulai mengobrol tentang berbagai hal. “Pak Anwar,” Bram memulai dengan nada serius, “saya baru teringat kalau ada kenalan yang butuh kuli untuk perbaikan atap dan beberapa tembok retak. Dia minta tiga orang untuk tiga hari. Gajinya cukup lumayan.” Pak Anwar matanya berbinar. “Benarkah, Mas Bram? Saya siap! Kapan mulai?” “Besok pagi, kalau bisa,” jawab Bram. “Dia sudah punya satu orang. Saya pikir, Pak Anwar dan Roni bisa ikut. Ron, kamu mau? Kerja di kota, tiga hari, dengan gaji 200 ribu per hari.” Roni terkejut. Matanya membelalak. “Tiga—maks
Last Updated : 2026-07-21 Read more