Saat makan selesai, Roni bersiap pulang. "Makasih, Mas, Mbak. Aku pulang dulu." Namun Bram mengangkat tangannya, menahan. "Ron, tunggu dulu. Ada yang ingin aku bicarakan." Roni menghentikan langkahnya, menatap Bram dengan bingung. "Ada apa, Mas?" Bram menghela napas, menatap istrinya sebentar lalu kembali ke Roni. "Aku harus kembali ke kota malam ini. Ada urusan mendadak yang harus aku selesaikan." Ia menatap Dinda yang terdiam, lalu melanjutkan, "Aku tidak tega meninggalkan Dinda sendirian di rumah malam-malam. Terutama setelah beberapa hari terakhir, dia masih sering takut." Dinda yang mendengar itu, hanya menunduk, tidak membantah. Roni melihat ekspresi cemas di wajahnya, dan tiba-tiba ia teringat malam-malam sebelumnya saat Dinda berlari ke rumahnya ketakutan karena tikus. "Mas Bram, maksud Mas..." Roni memulai hati-hati, "Mas ingin saya menjaga Mbak Dinda?" Bram mengangguk, mata
Last Updated : 2026-07-24 Read more