"Novia, bagaimana mungkin kau bisa tidak punya rasa belas kasihan?"Aku membalas dengan tawa dingin."Aku memang tidak bisa sebaikmu, sangat baik sampai kau rela bukan hanya mendaftarkan pernikahan dengan asistenmu itu, tapi juga membawa dia dan putrinya untuk tinggal di rumah kita."Saat itu, Diana yang sedari tadi terdiam, tiba-tiba berbicara.Matanya merah saat melepas gaun tidur yang dia pakai, lalu berkata dengan raut wajah yang tampak lemah."Kak Novia, Kak Julio, tolong jangan bertengkar karena aku!""Karena Kak Novia tidak ingin kami tinggal di sini, aku akan membawa Lia pergi sekarang juga. Paling-paling Lia akan sedikit kelelahan saja saat pulang-pergi ke sekolah. Kak Julio, aku sudah sangat berterima kasih karena kau mau membantu mengurus Kartu Keluarga untuk Lia, aku tidak berani meminta lebih ...." Saat berbicara, dia bertukar pandang dengan Lia. Dan pada detik berikutnya, Lia sudah menerjang maju dan menggigit betisku dengan keras hingga berdarah.Namun, Lia merasa belum
Read more