"Julio, aku tidak akan pernah memaafkanmu, dan kau tidak akan pernah mendapat kesempatan lagi.""Sebelum hari ini, aku sudah memberimu banyak sekali kesempatan, tapi kau tidak pernah menghargainya. Kesempatan terakhirmu sudah hilang pada hari kau dan Diana mendapatkan akta nikah kalian."Aku menarik koperku, lalu berjalan melewati Julio menuju terminal bus.Ekspresi panik terlintas di sorot mata Julio, dia hendak mengejarku saat itu."Novia, tunggu sebentar. Kurasa kita perlu bicara ...."Detik berikutnya, sebuah suara erangan terdengar dari arah belakang.Saat menoleh, aku melihat Diana sedang memegangi perutnya, dan dalam posisi berjongkok di jalan menahan sakit."Kak Julio, sepertinya radang ususku kambuh lagi. Perutku sakit sekali. Apa kau bisa mengantarku ke rumah sakit?"Trik itu lagi!Dulu, Diana sering berpura-pura sakit untuk berperan sebagai wanita malang di depan Julio dan menjebakku, dia selalu berusaha untuk menciptakan keretakan di antara kami.Setiap kali selesai pergi d
Magbasa pa