...Bab 101Ryuga lebih dulu mendekati ranjang Zio, menatap putranyaa sendu kemudian mengusap kepalanya sangat lembut. “Maafin ayah,” lirihnya.Sebelum beralih mendekati istrinya, Ryuga sempatkan memberi kecupan selamat malam penuh doa pada kening Zio.Ryuga berbalik menghampiri sofa. “Bangun, Dara.”Tidak ada pergerakan, begitu pula saat Ryuga mengusap kening Dara.“Dara,” panggilnya sekali lagi.Namun tetap sama, Dara masih memejamkan mata, berpura-pura tak mendengar.Ryuga menggeleng samar, lantas kembali berujar. “Berhenti pura-pura, Dara. Saya tahu kamu nggak tidur.”Dara menggerutu dalam hati. “Ya tuhan! Kenapa bisa ketahuan, sih!”Pelan-pelan kelopak mata cantik Dara terbuka. Seketika terkunci langsung pada manik mata segelap mutiara hitam milik suaminya.Hati Dara terenyuh, ketika sudut bibir Ryuga yang tampak lebam dan berdarah itu terangkat, membentuk senyuman lembut untuk menyambutnya. Senyum yang membuat paras Ruga makin menawan meski dipenuhi bekas luka dan darah yang m
Última actualización : 2026-10-03 Leer más