...Bab 111Dara tidak tahu siapa nenek Diana yang dimaksud Zio, tapi melihat Zio yang tampak lesu membuatnya urung mencari informasi darinya.“Zio, dengerin bunda.”Dara menggeser duduknya, berlutut tepat di hadapan Zio. Kedua tangannya terangkat lembut menangkup pipi tembam Zio.“Zio nggak mau punya adik, ya?”Zio menundukan kepalanya, hal itu mrmbuat mata Dara mulai berkaca-kaca.“Kalau Zio nggak mau, nggak apa-apa. Zio akan jadi satu-satunya anak bunda?”Diusapnya kepala Zio. “Jangan sedih lagi, ya? Sayangnya bunda ke Zio nggak ada batasnya jadi, Zio jangan pernah percaya lagi kalau ada yang bilang seperti tadi, oke?”Kepala Zio terangkat, menatap paras cantik bundanya yang selalu tersenyum hangat padanya.“Iya, Nda.” Pertanyaan Dara langsung disambut anggukan yakin oleh Zio, meski sambil terisak.“Zio pengin punya adik cewek, tapi Zio takut…”“Takut kenapa, sayang?”Zio kembali mendongak. “Tapi, kata nenek…”“Kamu hanya boleh percaya sama ayah sama bunda.” Seruan tegas itu bera
Última actualización : 2026-10-08 Leer más