... Bab 94“Zio apa nyariin aku, Mas?”Ryuga mengangguk, menyandarkan dagunya di atas kepala Dara.“Di rumah opanya, tadi sempat tanyain kamu.”Rasa bersalah dalam dada Dara kian membesar. Ibu macam apa yang egois meninggalkan putranya begitu saja.“Kamu lupa sudah punya keluarga? Sudah ada saya, ada Zio,” tanya Ryuga, tanpa merubah posisinya.“Aku—”“Berhenti bertindak seperti ini, Dara.”“Aku cuma—”“Apa saya belum cukup?”Ryuga menarik napas dalam. Mengembuskannya kasar, lalu melerai pelukan mereka untuk bisa menatap raut wajah istrinnya lekat.Dara membalas tatapan itu. Sepasang mata keduanya saling beradu seolah mencari arti tatapan satu sama lain. Dara hanya terlalu merasa bersalah, pada Ryuga, pada Zio juga pada dirinya sendiri yang masih saja belum bisa menguasai diri saat bersentuhan dengan hal yang berhubungan dengan Dirga.“Kamu cukup, Mas.” Dara mengulurkan tangan menyentuh rahang suaminya lembut. “Bahkan lebih dari cukup. Aku nggak butuh siapa pun lagi setelah ada kamu
Última actualización : 2026-09-29 Leer más