...Bab 81“Saya hanya tidak ingin melewatkan.” Ryuga menarik napas berat. Ada hal yang masih ragu untuk meluncur dari mulutnya, meski sangat ingin ia sampaikan.Senyum Dara mengembang, sudah lama dia tidak mendengar seseorang mengkhawatirkannya sedalam ini. Entah mendapat keberanian dari mana, kaki Dara tiba-tiba berjinjit untuk memberikan kecupan singkat pada bibir suaminya.“Mas, sebelum ada kamu aku udah terbiasa melewatkan semuanya sendiri dan masih hidup sampai sekarang,” ucapnya, setelah melepas ciuman mereka lebih dulu. “Jadi, kalau kamu khawatirin aku karena bakal ada tugas panjang mulai sekarang buang jauh-jauh perasaan itu, ya?”Ryuga menatap manik mata istrinya yang jernih. Benar juga, Ryuga ingin percaya semua keyakinannya. Namun, itu dulu. Dara tetaplah seorang wanita, terlebih lagi kali ini tugas yang Ryuga emban mau tidak mau akan mempertaruhkan keselamatan dirinya.“Mulai besok, kamu harus ikut saya lari pagi. Biar badan kamu jadi terbiasa berolahraga. Dan ingat-ing
Last Updated : 2026-09-21 Read more