共有

Bab 103 Lingerie Hitam

last update 公開日: 2026-10-04 18:51:53

.

.

.

Bab 103

Vera kembali tersenyum tipis, menepuk punggung tangan Dara. “Aku cuma mencoba berpikir positifnya aja, Dar. Tapi, bukan berarti aku nggak kepikiran juga. Aku paham banget kok, apa yang kamu rasain. Kalau mereka pergi, nyawa memang salah satu taruhannya. Tugas kita, cuma bisa mendoakan keselamatan mereka aja.”

Dara menghela napas.

“Aku jadi mikir lagi kalau punya anak terus mereka lagi tugas, sedangkan aku apa-apa masih belum bisa mengurus sendiri, terus anak kita gimana nanti.”

“D
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Obsesi Dingin Sang Komandan   Bab 106 Tak Bisa Lepas Dari Dirga

    ...Bab 106Suami Dara menggeleng lalu memeluknya erat. “Nggak segitunya juga. Lebih dekat sama kamu.”“Serius, Mas!”Beberapa detik berlalu tanpa jawaban. Kemudian lelaki itu mengembuskan napas pelan, sebelum akhirnya bersuara.“Seperti yang udah-udah, kedekatan saya sama perempuan hanya karena Mama yang mengatur. Saya tidak pernah menjanjikan apapun, kalau memang mereka berharap lebih itu jelas bukan dalam kendali saya, kan?”Dara lega mendengarnya.“Kenapa kamu nggak nikah sama dia aja dulu?”“Lebih baik saya nggak nikah sama sekali.”Dara menarik tubuhnya, menatap tak percaya pada ucapan suaminya yang cukup sadis itu. Ya, memang keahlian Ryuga salah satunya adalah berbicara sadis, tetapi yang Dara dengar kali ini seperti ungkapan penolakan yang begitu tegas.“Kok kamu gitu banget jawabnya, sih?”Ryuga mengangkat bahunya, acuh.“Mau gimana lagi? Saya dari awal memang nggak suka sama perempuan-perempuan ayng Mama jodohin. Yang jelas, kamu nggak salah di sini. Nggak ada yang rebut

  • Obsesi Dingin Sang Komandan   Bab 105 Sedekat Apa Mereka, dulu?

    ...Bab 105Dara mulai menceritakan pertengkaran di mal siang tadi. Yang membuatnya terheran-heran adalah sepanjang mendnegarkan cerita Ryuga hanya mendengus panjang dan memijat pelipisnya.“Mas, kamu kenapa? Pusing?” tanya Dara, khawatir.Ia pun mendekatkan wajahnya untuk memperhatikan raut wajah suaminya lebih dekat.Pria itu justru tersenyum manis, sangat manis sampai Dara tidak yakin kalau pria itu sedang menahan sakit.“Saya nggak apa-apa.” Ryuga menyandarkan punggungnya ke kursi. “Cuma lebih capek aja hari ini.”“Oh, kalau capek kenapa malah nyiramin bunga?”Dara bangun dari duduknya.“Ayok masuk! Aku masakin sesuatu yang enak pokoknya.”Rasa tak nyaman dalam diri Ryuga, perlahan berkurang mendapat perhatian penuh dari istrinya. “Iya, ayam goreng sama sambal ijo yang biasa, ya?”“Siap, Bos!” Dara berseru bangga seraya mengangkat tangannya memberi hormat.Selagi Dara menyiapkan makan malam, ia meminta Ryuga bebersih badan dan menunggunya.Baru saja Ryuga masuk kamar mandi, ses

  • Obsesi Dingin Sang Komandan   Bab 104 Tuduhan Berbalik Arah

    ...Bab 104“Aku sama Mas Ryuga itu cuma berteman.”Dara tersenyum tipis, menyukai jawaban Dira barusan. Setidaknya Dira tidak seperti ibunya yang terobsesi ingin menjadikan Ryuga sebagai menantunya.Dara kembali menajamkan telinganya untuk mendengar kelanjutan obrolan mereka.“Tapi, kita semua juga tahu kalau kamu suka sama dia. Bahkan gosip kalian mau tunangan udah kesebar di mana-mana,” ujar salah satu teman Dira.“Keren banget, tau! Bisa bersanding dengan seorang Komandan Ryuga yang mempunyai jutaan pemuja itu. Nggak apa-apa deh, duda. Tapi, duda hot!”Telinga Dara mulai memanas. Selanjutnya terdengar mereka cekikian bersama sebelum kembali Dira menyahut.“Sebenarnya aku ngikut aja, gimana Mas Ryuga-nya.”Eh? Apa, nih maksudnya?!Tanpa bisa dicegah lagi, Vera memutar badannya.“Maksudnya apa, ya?” tanya Vera, sinis.Dira dan ketiga temannya tersentak mundur.“Oh, Vera. Kenapa?” tanya Dira balik.Yang membuat Vera makin tersulut emosinya adalah Dira dengan anggunnya bersedekap ta

  • Obsesi Dingin Sang Komandan   Bab 103 Lingerie Hitam

    ...Bab 103Vera kembali tersenyum tipis, menepuk punggung tangan Dara. “Aku cuma mencoba berpikir positifnya aja, Dar. Tapi, bukan berarti aku nggak kepikiran juga. Aku paham banget kok, apa yang kamu rasain. Kalau mereka pergi, nyawa memang salah satu taruhannya. Tugas kita, cuma bisa mendoakan keselamatan mereka aja.”Dara menghela napas.“Aku jadi mikir lagi kalau punya anak terus mereka lagi tugas, sedangkan aku apa-apa masih belum bisa mengurus sendiri, terus anak kita gimana nanti.”“Dar, stop!” Vera menatapnya serius.“Jangan berpikir sejauh itu dulu. Kita harusnya percaya kalau mereka bakal berusaha semaksimal mungkin untuk kembali dari setiap misinya, kembali sama kita, istrinya.”“Suami kita sudah ditempa buat jadi pria berkemampuan di atas rata-rata. Jangan remehin seberapa gigihnya mereka, oke?”Dara melongo mendengar ceramah panjang kali lebar sahabatnya. Perempuan yang ceplas ceplosnya melebihi Dara itu berubah menjadi sangat dewasa hanya dalam hitungan hari.Apakah i

  • Obsesi Dingin Sang Komandan   Bab 102 Kehilangan lain untuk kedua kalinya

    ...Bab 102Dara suka dicium, tetapi mencium suaminya lebih dulu jadi terasa agak ragu. Biasanya ia hanya pasrah menyambut dan menikmati bagaimana cara Ryuga memperlakukannya.Pelan-pelan dan tampak ragu telapak tangan Dara terangkat menangkup wajah suaminya. Memulai ciuman dari pelipis yang sempat berdarah, turun ke hidung, sudut bibir dan terakhir berhenti di rahang tegasnya.Dara mengira akan berhenti di sana. Namun, Ryuga mengambil alih dengan meraih bibir ranumnya kembali.Dara menyambutnya, mengikuti sesuai insting untuk saling mencecapi rasa manis yang memantik jiwa liarnya. Tangan Dara beralih mengusap dan memberi tekanan pada tengkuk Ryuga sementara tangan Ryuga sibuk mengusap punggung dan pahanya.Wajah Ryuga memutar ke samping memperdalam ciuman mereka, memainkan lidahnya dan memastikan bahwa Dara tak akan pernah mendapat ciuman sehebat itu selain darinya.“Mhh,” lenguh Dara, halus disela ciuman.

  • Obsesi Dingin Sang Komandan   Bab 101 Cium Saya, Dara.

    ...Bab 101Ryuga lebih dulu mendekati ranjang Zio, menatap putranyaa sendu kemudian mengusap kepalanya sangat lembut. “Maafin ayah,” lirihnya.Sebelum beralih mendekati istrinya, Ryuga sempatkan memberi kecupan selamat malam penuh doa pada kening Zio.Ryuga berbalik menghampiri sofa. “Bangun, Dara.”Tidak ada pergerakan, begitu pula saat Ryuga mengusap kening Dara.“Dara,” panggilnya sekali lagi.Namun tetap sama, Dara masih memejamkan mata, berpura-pura tak mendengar.Ryuga menggeleng samar, lantas kembali berujar. “Berhenti pura-pura, Dara. Saya tahu kamu nggak tidur.”Dara menggerutu dalam hati. “Ya tuhan! Kenapa bisa ketahuan, sih!”Pelan-pelan kelopak mata cantik Dara terbuka. Seketika terkunci langsung pada manik mata segelap mutiara hitam milik suaminya.Hati Dara terenyuh, ketika sudut bibir Ryuga yang tampak lebam dan berdarah itu terangkat, membentuk senyuman lembut untuk menyambutnya. Senyum yang membuat paras Ruga makin menawan meski dipenuhi bekas luka dan darah yang m

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status