LOGIN...Bab 102Dara suka dicium, tetapi mencium suaminya lebih dulu jadi terasa agak ragu. Biasanya ia hanya pasrah menyambut dan menikmati bagaimana cara Ryuga memperlakukannya.Pelan-pelan dan tampak ragu telapak tangan Dara terangkat menangkup wajah suaminya. Memulai ciuman dari pelipis yang sempat berdarah, turun ke hidung, sudut bibir dan terakhir berhenti di rahang tegasnya.Dara mengira akan berhenti di sana. Namun, Ryuga mengambil alih dengan meraih bibir ranumnya kembali.Dara menyambutnya, mengikuti sesuai insting untuk saling mencecapi rasa manis yang memantik jiwa liarnya. Tangan Dara beralih mengusap dan memberi tekanan pada tengkuk Ryuga sementara tangan Ryuga sibuk mengusap punggung dan pahanya.Wajah Ryuga memutar ke samping memperdalam ciuman mereka, memainkan lidahnya dan memastikan bahwa Dara tak akan pernah mendapat ciuman sehebat itu selain darinya.“Mhh,” lenguh Dara, halus disela ciuman.
...Bab 101Ryuga lebih dulu mendekati ranjang Zio, menatap putranyaa sendu kemudian mengusap kepalanya sangat lembut. “Maafin ayah,” lirihnya.Sebelum beralih mendekati istrinya, Ryuga sempatkan memberi kecupan selamat malam penuh doa pada kening Zio.Ryuga berbalik menghampiri sofa. “Bangun, Dara.”Tidak ada pergerakan, begitu pula saat Ryuga mengusap kening Dara.“Dara,” panggilnya sekali lagi.Namun tetap sama, Dara masih memejamkan mata, berpura-pura tak mendengar.Ryuga menggeleng samar, lantas kembali berujar. “Berhenti pura-pura, Dara. Saya tahu kamu nggak tidur.”Dara menggerutu dalam hati. “Ya tuhan! Kenapa bisa ketahuan, sih!”Pelan-pelan kelopak mata cantik Dara terbuka. Seketika terkunci langsung pada manik mata segelap mutiara hitam milik suaminya.Hati Dara terenyuh, ketika sudut bibir Ryuga yang tampak lebam dan berdarah itu terangkat, membentuk senyuman lembut untuk menyambutnya. Senyum yang membuat paras Ruga makin menawan meski dipenuhi bekas luka dan darah yang m
...Bab 100Yudha duduk santai menyandarkan kepalanya di kursi bambu bawah pohon kelapa sembari menghisap rokoknya dalam-dalam.“Lah, ngapain berhenti? Lanjutin, belum ada yang mati, kan?” seru Yudha. Tetap tenang seolah tengah menyaksikan tontonan seru di layar lebar.Dirga menghempaskan cekalan tanganya di kerah Ryuga dengan kasar. Menatapnya dingin, lalu pergi dari sana tanpa sepatah kata pun.Tatapan Yudha mengikuti pergerakan Dirga hingga bayangan laki-laki itu meninggalkan area pesisir pantai. Kemudian, ia beralih pada Ryuga yang masih mengatur napas dengan raut wajah frustasi.Yudha berjalan, mendudukan tubuhnya di atas pasir pantai tempat di samping Ryuga berdiri. “Kenapa nggak dihabisin aja tuh, bocah? Tadi cuma pura-pura ngalah, kan?”“Huh!” Ryuga turut merebahkan tubuhnya.“Aku udah cerita semuanya sama kakak ipar.”Ryuga menoleh.“Tentang siapa ayahnya Zio dan sebagain cerita rumit kalian,” lanjut Yudha.Ryuga sudah menduganya, sekarang ia tak sanggup mendengar tanggapa
...Bab 99“Gue pikir tuhan nggak adil. Saat gue dibuang dan dianggap nggak pernah ada di dunia ini, lo masih bisa hidup dengan tenang. Bahkan lo balas dendam dengan nikahin tunangan gue. Anjing!!!” suara Dirga meninggi.Makian-makian masuk menghantam telinga Ryuga. Namun, masih tetap bergeming.Dirga membalikkan badannya hendak menjauh. Puas sekali melihat Ryuga yang penuh dengan ketidakberdayaannnya saat ini.“Puas kamu?” suara berat Ryuga menghentikan pergerakan lelaki di belakangnya.Tanpa berbalik, ia menyahutnya. “Tentu! Ngeliat lo yang angkuh dan sok bisa segalanya ternyata nggak bisa ngelakuin apa-apa buat Zionathan. Itu belum seberapa, tunggu aja sampai Dara tahu niat busuk lo yang nikahin dia cuma karena dia tunangan gue!”Ryuga memutar kepala, terus bungkam melihat bayangan orang yang terus mengoceh—menghakiminya dan bertingkah layaknya korban.Selalu seperti itu, Ryuga tak bisa mendebat atau menyanggah lontaran kebencian yang ditujukan padanya. Dia pikir kebencian it
...Bab 98Yudha menggeleng.“Setelah semua kejadian itu, segala hal yang berkaitan dengan adik Komandan dihilangkan. Semuanya. Bahkan jejak digital pun nggak ada.”“Mbak Diandra juga?” tanya Dara, ragu.“Orang-orang luar hanya akan tahu, kalau Diandra adalah mantan istri Ryuga yang meninggal usai melahirkan. Gitu doang.”Dara kembali terdiam. Kuasa keluarga suaminya memang besar, tapi Dara tidak menyangka akan sampai seperti itu untuk menutupi skandal.“Bukannya keluarga Komandan bertindak kejam,” lanjut Yudha. “Mereka hanya tidak mau luka mendalam itu suatu saat akan terbuka lagi dan kembali menyakiti orang-orang yang bahkan tidak tahu apa-apa.”Pantas saja Dara dan Dealova tidak pernah menemukan jejak atau identitas adik kandung Ryuga, karena memang tidak ada yang tersisa untuk ditemukan.Dan, Dara teringat dulu saat menemukan foto dan cincin Diandra di laci. Ryuga sempat menjelaskan kalau hanya itu barang Diandra yang tersisa rupanya memang semua yang berkaitan dengan istrinya s
...Bab 97Terkadang ada hal-hal yang memang sebaiknya tidak pernah kita ketahui saja, agar tidak menimbulkan luka baru yang tidak penting. Dara sempat berpikir begitu tentang suaminya.Apa pun masa lalunya, Dara tidak ingin tahu. Semua orang selalu punya cerita buruk di mata orang lain. Begitu juga dengan dirinya sendiri yang bahkan mungkin menyimpan cerita jauh lebih buruk dari suaminya.“Aku nggak mau tahu sebenernya, Yud,” ujar Dara. “Tapi, aku juga takut salah paham karenanya. Aku udah sering salah paham sama dia.”“Wajar, Kak. Manusia seperti Komandan Ryuga itu memang menguras emosi. Makanya dia memilih lajang selama bertahun-tahun dulu sebelum kenal Kakak ipar. Temennya cuma senapan doang.”Yudha terkekeh dengan ucapannya sendiri.“Dia baik banget,” gumam Dara, tulus.Yudha menatap Dara serius, dari wajahnya laki-laki itu juga kali ini tidak lagi becanda.“Zio itu bukan anak kandung Komandan.”Degh!Kalimat itu membuat Dara terhenyak. Jantungnya seakan dipaksa untuk berhenti b







