Partager

Bab 112 Horny

last update Date de publication: 2026-10-09 13:52:31

.

.

.

Bab 112

Udara di kamar mereka serasa terkuras, berganti dengan hawa panas. Ciuman Dara yang sejak tadi terasa tak terkendali dalam melampiaskan gejolak dalam dadanya mulai melembut setelah Ryuga mengambil alih.

Ketika Dara mulai stabil emosinya, Ryuga melepas tautan bibir mereka pelan. Mengadukan kedua kening mereka selagi berebut udara untuk mengisi paru-paru.

Dara meremang saat merasakan tangan suaminya bergerak pada punggung bawahnya, ditekan lalu diremas, desah perempuan itu lolos. Ry
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (1)
goodnovel comment avatar
Mira Lusia
gagal terusss..kapan jadinyaa
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Obsesi Dingin Sang Komandan   Bab 112 Horny

    ...Bab 112Udara di kamar mereka serasa terkuras, berganti dengan hawa panas. Ciuman Dara yang sejak tadi terasa tak terkendali dalam melampiaskan gejolak dalam dadanya mulai melembut setelah Ryuga mengambil alih.Ketika Dara mulai stabil emosinya, Ryuga melepas tautan bibir mereka pelan. Mengadukan kedua kening mereka selagi berebut udara untuk mengisi paru-paru.Dara meremang saat merasakan tangan suaminya bergerak pada punggung bawahnya, ditekan lalu diremas, desah perempuan itu lolos. Ryuga beralih pada leher, memberi jejak kemerahan di sana.“A-aku belum mandi, Mas,” ujar Dara, seraya menjauhkan badannya.Angin berembus kencang masuk ke dalam kamar melalui jendela yang belum Dara tutup. Dara menelan ludah menatap dada telanjang suaminya, lalu pandangan matanya naik ke atas.Astaga! Siapa yang melakukannya?Tentu saja, Dara.Apa Dara seliar itu tadi sampai tidak sadar membuat tanda merah bertebaran di leher suaminya?Dara nyengir canggung, sementara tangannya masih mendarat pad

  • Obsesi Dingin Sang Komandan   Bab 111 Ciuman Mendadak

    ...Bab 111Dara tidak tahu siapa nenek Diana yang dimaksud Zio, tapi melihat Zio yang tampak lesu membuatnya urung mencari informasi darinya.“Zio, dengerin bunda.”Dara menggeser duduknya, berlutut tepat di hadapan Zio. Kedua tangannya terangkat lembut menangkup pipi tembam Zio.“Zio nggak mau punya adik, ya?”Zio menundukan kepalanya, hal itu mrmbuat mata Dara mulai berkaca-kaca.“Kalau Zio nggak mau, nggak apa-apa. Zio akan jadi satu-satunya anak bunda?”Diusapnya kepala Zio. “Jangan sedih lagi, ya? Sayangnya bunda ke Zio nggak ada batasnya jadi, Zio jangan pernah percaya lagi kalau ada yang bilang seperti tadi, oke?”Kepala Zio terangkat, menatap paras cantik bundanya yang selalu tersenyum hangat padanya.“Iya, Nda.” Pertanyaan Dara langsung disambut anggukan yakin oleh Zio, meski sambil terisak.“Zio pengin punya adik cewek, tapi Zio takut…”“Takut kenapa, sayang?”Zio kembali mendongak. “Tapi, kata nenek…”“Kamu hanya boleh percaya sama ayah sama bunda.” Seruan tegas itu bera

  • Obsesi Dingin Sang Komandan   Bab 110 Penguntit Mesum

    ...Bab 110Panggilan Dara terus berdering tanpa mendapat jawaban. Ia beralih mencari nama Yudha dalam kontaknya.“Yud, Mas Ryu lagi sibuk?”Semenit kemudian, balasan masuk.“Baru aja mandi, tuh. Belum pake baju malahan.”Membaca balasan pesan dari Yudha, mata Dara terbuka lebar. Jemarinya bergerak cepat mengetikkan balasan.“Heh! Kalian ngapain mandi di situ segala?”“Abis ada kerjaan dari luar, Kak. Kotor, jadi Komandan mandi dulu. Mau aku fotoin nggak, mumpung belum pake baju.”Sebagai wanita normal, Dara tentu saja sangat berminat dengan tawaran Yudha yang menggoda. Sambil menahan senyum nakal di bibirnya, ia membalsa singkat.“Boleh, Yud.”Ryuga memang tidak memiliki tubuh yang putih mulus selayaknya Song Joong ki atau Ji chang wook, tetapi justru Dara melihat sisi maskulinnya.Wajahnya manis dan tidak membosankan untuk Dara pelototi tiap hari, apalagi kalau sedang dalam pose candid bertelanjang dada seperti sekarang.Dara memperbesar layar ponselnya.“Ya ampun, seksi banget k

  • Obsesi Dingin Sang Komandan   Bab 109 Cincin itu Masih Ada

    ...Bab 109Dirga berdehem. “Kamu ada waktu sebentar, kan?”“Maaf, aku nggak bisa.” Dara menjawab cepat, tak ingin mendengar Dirga melanjutkan kalimatnya. “Aku udah bilang kita udah selesai. Nggak ada yang perlu dibicarain lagi,” imbuhnya.Dirga menarik sudut bibirnya, melihat Dara yang tampak panik dan gugup membuatnya justru tak ingin menjauh. Wajah Dara yang memerah karena marah itu tampak menggemaskan baginya.Perlahan, tetapi pasti Dirga mendekati Dara. Hingga Dara terperanjat ketika lengannya ditarik, membuatnya masuk kembali ke dalam toko dan pintu kembali tertutup.“Dirga?!”“Dara, sayang.”Dara terkesiap mendengar panggilan itu terus meluncur ringan dari mulut Dirga.“Apa kamu bener-bener nggak mau dengerin penjelasan aku?”Dara memejam erat, posisinya saat ini terlalu berbahaya. Terlebih, sebagaian besar dinding toko adalah kaca. Sudah pasti kalau ada orang yang melihat akan tampak seperti Dara tengah sengaja berduaan dengan Dirga.“Nggak perlu.”“Dara, please.”“Semua it

  • Obsesi Dingin Sang Komandan   Bab 108 Jatuh Cinta, Sejatuh-jatuhnya

    ...Bab 108Sayang, kebersamaan itu hanya berlangsung beberapa detik saja. Mendadak angin berembus pelan membawa hawa dingin dari langit, bersamaan dengan rintik hujan yang mulai berjatuhan pelan sampai ke balkon tempat mereka berdiri.Ryuga refleks melepas pelukan mereka dan menarik pergelangan tangan Dara untuk meneduh.“Ayo!”Dara menahan tangannya. “Tunggu sebentar.”“Hujan, Dara. Kita nggak bawa baju tebal buat kamu.”“Aku suka gerimis, Mas. Tenang aja ini nggak bakal bikin alergi aku kambuh, kok.”Ryuga menatapnya ragu. Biarpun cuma gerimis tetap saja Dara bisa kedinginan nantinya.Belum sempat mengatakan apa-apa, detik berikutnya, sebuah ide gila terlintas di kepala Dara. Ia menarik kuat pergelangan tangan Ryuga, membawanya untuk kembali ke balkon. Hingga keduanya berada dibawah tetesan air hujan langsung.“Dara!” suara Ryuga meninggi, berusaha untuk membawa Dara kembali menepi.“Sebentar aja, ini asyik.” Dara memekik gembira, dan memeluk pinggang Ryuga erat-erat.Ryuga mende

  • Obsesi Dingin Sang Komandan   Bab 107 Ciuman Di bawah Hujan

    ...Bab 107Menurut hasil pemeriksaan terakhir Zio di laboratorium, anemia yang diidap oleh Zio belum sampai di tahap berbahaya karena langsung mendapat penanganan yang tepat. Namun untuk dua bulan ke depan, Zio harus melakukan transfusi darah rutin tiap dua minggu sekali.Mendengar kabar tersebut, Ryuga membisu dengan pandangan menerawang. Apakah selama itu Ryuga bisa menjamin Dirga tidak mengusik Dara dengan mengungkap masa lalunya?Mereka melanjutkan langkahnya menyusuri koridor. Namun, kembali terhenti. Dara menatap tubuh tegap Ryuga dari samping.“Ada apa lagi, Mas?”Ryuga sama sekali tak menoleh, tatapannya lurus dan tajam ke depan. Tertuju pada seseorang yang selalu berhasil mengusik akal sehatnya. Dara pun turut mengikuti arah pandang suaminya.Betapa terkejutnya ia saat mengenali sosok tersebut.“Dirga?” sebut Dara setengah berbisik.Ryuga mengepalkan kedua tangannya di sisi badan, rahangnya mengetat kuat menampakkan urat-urat di sekitar bagian wajahnya.Di ujung lorong, Di

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status