Beranda / Romansa / Obsesi Dingin Sang Komandan / Bab 119 Hadiah Untuk Dara

Share

Bab 119 Hadiah Untuk Dara

Penulis: Edelweis Jingga
last update Tanggal publikasi: 2026-10-13 13:35:01

.

.

.

Bab 119

Ryuga menolehkan kepalanya cepat. Mengerjapkan matanya, lalu kembali menatap jalanan sambil memijat keningnya.

“Benar, Mas?”

“Nggak Dara,” sanggah Ryuga. “Saya pernah beberapa kali operasi karena kecelakaan tugas. Itu cuma di bagian punggung sama kaki. Bagian lain nggak pernah tersentuh. Saya, nggak segila itu sampai melakukan vasektomi.”

Dara cukup yakin kalau memang ucapan Dira cuma mengada-ada, meski sejujurnya hampir percaya juga.

“Terus kamu bilang apa?” lanjut Ryuga yang t
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Obsesi Dingin Sang Komandan   Bab 158 Wanita Lain Untuk Ryuga

    ...Bab 158***Ryuga mati-matian menahan desakan air matanya. Di hadapannya, Dara masih saja memejamkan mata setelah mendapat perawatan di rumah sakit. Luka di lehernya mendapat tiga jahitan sementara kedua pergelangan tangan dan kakinya juga sudah diobati.Secara fisik tidak ada luka yang serius. Dokter mengatakan kondisi Dara hanya karena pengaruh obat bius dosis tinggi yang membuatnya lama tidak sadar-sadar.Ryuga terus menggenggam jemari Dara, berusaha membangunkannya dengan usapan-usapan hangat dan panggilan lembutnya.Ceklek!Pintu ruangan terbuka perlaahan, Yudha melangkah masuk. “Ndan, ada dua jejak DNA berbeda yang menempel pada barang bukti yang tertinggal di dua lokasi kakak ipar diserang.”Ryuga mendongak. “Maksudmu?”“Jadi, awalnya Cakra memang sempat menghajar pria yang mencegat kakak ipar di area pintu belakang. Ini rekaman CCTV yang berhasil Dhika pulihkan.”Ryuga memperhatikan baik-baik, dua pria mengincar nyawa istrinya dalam semalam. Dadanya bergemuruh hebar, ia

  • Obsesi Dingin Sang Komandan   Bab 157 Masuk Perangkap!

    ...Bab 157Suara siulan terdengar dari bibir pria yang membius Dara, sembari pria itu mengikat kedua tangan Dara ke sisi kiri dan kanan ranjang, tidak lupa kakinya juga.Bibirnya tak berhenti menyunggingkan senyum lebar memandangi tubuh wanita yang masih belum sadarkan diri di atas ranjangnya.Tangannya sekarang bergerak menggunting pakaian yang menutupi tubuh Dara hingga menyisakan pakaian dalamnya saja.“Tubuhmu benar-benar bagus, Nyonya Ryuga,” gumamnya.Menunduk, mengendus-endus bagian dada Dara hingga tiba-tiba kepalanya terasa dihantam sesuatu.“Ya ampun, sayang nanti rahangmu sakit. Jangan begitu, kita main halus saja,” ujar Pria tadi, baru saja Dara tersadar dan langsung menghantamkan dagu pada kepalanya.Kepala Dara pening bukan main, efek biusnya masih ada meski ia sudah setengah sadar.“Stop!” Dara meronta pada kedua kaki dan tangannya yang terikat kuat, matanya menatap nyalang pada sosok yang tak terlalu asing baginya.Dara menatap nyalang begitu ingatannya menemukan si

  • Obsesi Dingin Sang Komandan   Bab 156 Dara Hilang!

    ...Bab 156“Oh! Eum… hai?” sapa Dara, canggung. Kini Dara sungguhan seorang penguntit yang baru saja ketahuan. “Kamu dateng juga?” tanya Dara terbata-bata.“Iya, aku mewakili perusahaan.” Driga menatap perempuan di depannya lekat-lekat. Kamu sendiri…?”“Aku?” Dara menunjuk dirinya sendiri lalu tertawa kecil menutupi kegugupan. “Aku… nemenin Dealova. Tapi tadi, dia ngilang nggak tahu kemana terus aku kayaknya nyasar, deh! Kebetulan sekali ada kamu.”Dirga membukakan pintu di belakangnya, mempersilahkan Dara keluar lebih dulu.“Mau aku antar sampai depan?” tawar Dirga.“Nggak usah, ini pintu keluar, kan? Aku nunggu Dealova aja.” Dara tersenyum sekilas dan mengangguk melewati pria itu.Semakin cepat Dara berjalan, rasa penasaran dalam benaknya tak kunjung hilang. Teringat dengan alat penyadap di telinganya kemarin, lalu gerak-gerik Dirga sejak tadi, Dara makin tak bisa mengabaikan keberadaan Dirga di sana.Sebelum sampai ke pintu depan, Dara mengambil keputusan yang mungkin akan dises

  • Obsesi Dingin Sang Komandan   Bab 155 Bukan Pesta Biasa

    ...Bab 155Ryuga mengamati keramaian dari balkon lantai dua, memindai setiap celah dan wajah untuk menemukan sosok yang menjadi alasan utama kedatangannya malam itu.“Setelah masuk dunia bisnis, kini Komandan Ryuga makin impresif saja. Bagaimana kabar proyek di selatan perbatasan?” tanya seorang pria paruh baya, sembari membawakan segelas wine ke hadapan Ryuga.Ryuga menerima gelas tersebut tanpa berniat meminumya. “Terima kasih, semuanya masih aman terkendali.”Suara Yudha mendadak terdengar melalui earpiece yang tersembunyi di telinganya.“Ndan, ada masalah.”Ryuga menegang. “Hm?”“Kakak ipar ada di lantai bawah. Bersama Dealova.”Gelas di tangan Ryuga berhenti di depan bibirnya. Sepasang mata elangnya menyapu ruangan di lantai bawah tanpa ada bagian yang terlewat satu inch pun dari jangakaun pandangnya.Acara Xander grup terus berlanjut, untuk saat ini Ryuga belum menemukan keberadaan istrinya. Kebetulan Dara dan Dealova sedang asyik berpindah-pindah tempat untuk mencicipi aneka

  • Obsesi Dingin Sang Komandan   Bab 154 Pesta Privat

    ...Bab 154Tak ingin mengganggu tidur istrinya, Ryuga bergerak sepelan mungkin turun dari ranjang dan keluar dari kamar tanpa menyalakan lampu. Yudha sudah menunggunya di halaman.Dari celah jendela kamar, Dara melihat suaminya berjalan menuju mobil yang terparkir di halaman. Namun, sebelum sempat ia masuk, seseorang turun dari kendaraan lain di belakangnya.Seorang perempuan berseragam rapi juga. Ia tersenyum singkat, memberi hormat pada Ryuga. Ryuga membalasnya dengan anggukan, lalu mereka bertiga masuk ke dalam mobil yang sama.Dara menatap kendaraan itu sampai menghilang di tikungan. Jemarinya sudah menggenggam ponsel ingin menghubungi Vera lagi, panggilan dari Dealova masuk lebih dulu.“Apa, De?” sahut Dara, malas.Biasanya ketika Dealova menelpon malam-malam begini dia hanya akan mengajaknya keluar untuk makan. Karena tahu, Yudha dan Ryuga sedang tugas bersama.“Dar, mau party nggak?”“Nggak! Party sendiri aja sana. Aku lagi nggak mood.”“Kenapa? Ribut lagi? Nggak cape kenapa

  • Obsesi Dingin Sang Komandan   Bab 153 Tugas yang Mencurigakan

    ...Bab 153Tidur Dara terusik oleh silau cahaya matahari yang menembus lewat jendela kamarnya. Ia memaksakan diri membuka matanya yang berat. Tubuhnya sigap berbalik saat merasakan dingin di salah satu sisinya.Ryuga tidak ada di sana.Dara melirik jam dinding, jarum jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Pantas saja Ryuga sudah tidak ada, dia pasti sudah berangkat ke markas.Ahh! Dara telalu lelah sampai tak bisa bangun pagi.Tubuh Dara terasa remuk, perutnya keroncongan, ia pun bergegas mengenakan piyama lalu menyeret langkahnya menuruni tangga. Sampai di depan kulkas Dara menemukan kertas memo yang tertempel di pintu.‘Saya bikinin nasi goreng sama udang asam manis. Maaf, tadi pagi Letkol Desta minta saya berangkat lebih awal. Love you, Dara.’“Manis sekali,” gumam Dara, mengulas senyum lebar.Ia pun lantas membuka tudung saji di atas meja. Harum aroma lezat seketika menyeruak hidungnya. Dalam waktu kurang dari sepuluh menit semua masakan Ryuga tandas tak tersisa.Sembari m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status