Zora berniat beranjak bangkit dari ranjang, mencoba melepaskan kungkungan lengan Alby untuk membimbing suaminya menuju pancuran air. Namun, Alby sama sekali tidak membiarkan istrinya menjauh satu sentimeter pun. Pria tegap itu justru kembali menyentahkan tubuh Zora ketat-ketat ke dalam dekapannya, menyatukan raga mereka tanpa menyisakan selapis udara pun di antara mereka."Jangan tinggalkan aku, Sayang..." rengek Alby parau, suaranya merendah serak dan bergetar hebat.Pria itu membenamkan wajah tegapnya di ceruk leher Zora, menghirup aroma tubuh istrinya seolah-olah itu adalah satu-satunya oksigen yang tersisa di bumi."Sayang, tolong... rasanya sesak sekali... panas sekali," gumpal Alby rendah, erangannya dipenuhi penderitaan fisik yang nyata akibat desakan obat yang membakar ulu hatinya tanpa belas kasihan.Dalam kabut kesadaran yang kian menipis, Alby meraih jemari dingin Zora yang gemetar, membimbing tangan istrinya secara paksa merayap turun melintas
Última actualización : 2026-09-04 Leer más