"Ah...!" pekik Zora tertahan, jemari mungilnya serta-merta mencengkeram kuat kulit bahu suaminya hingga meninggalkan bekas tekanan putih. Kepalanya terlempar ke belakang, membiarkan helaian rambut cokelat terangnya berantakan di atas seprai sutra gading.Namun, Alby tidak memberi waktu bagi sang istri untuk sekadar beradaptasi dengan gelombang penuh tersebut. Begitu raga mereka terkunci rapat tanpa celah, sang CEO bergerak dalam ritme yang buas, mendesak dengan hantaman liar yang mencabut akal sehat. Racun pekat dari obat perangsang dosis tinggi itu telah mengambil alih kendali kesadarannya secara mutlak, menyisakan insting paling purba untuk menguasai, menyatu, dan menuntut kepemilikan mutlak atas wanita di bawah kukungannya.Ia menarik tubuhnya hampir sepenuhnya, lalu kembali menghujamkan diri dengan satu tusukan tajam yang dalam, kuat, dan memukul mundur seluruh sisa kesadaran Zora."Hhnggh... Alby, kumohon..." desah Zora terputus-putus. Punggungnya melengkun
Last Updated : 2026-09-04 Read more