Sebuah tawa yang dalam dan maskulin akhirnya lolos dari dada Alby, menghapus sisa-sisa awan kelabu di antara mereka. Sorot matanya kini berubah drastis, dari gelapnya kecemburuan buta menjadi kobaran gairah yang jauh lebih berbahaya dan memikat. "Kau benar, Nyonya. Ada banyak hal yang jauh lebih penting, dan lebih menyenangkan, untuk dilakukan malam ini."Dengan satu gerakan gesit yang penuh tenaga, Alby mengangkat tubuh Zora ke dalam pelukannya. Zora memekik tertahan karena terkejut, namun instingnya segera bekerja, melingkarkan kedua kakinya di pinggang Alby demi menjaga keseimbangan. Pria itu melangkah tegap menjauhi jendela kaca, bibir mereka kembali bertaut di tengah perjalanan, seolah tak rela melepaskan sedetik pun keintiman fisik yang telah terbangun kembali.Alby kembali merebahkan tubuh Zora dengan sangat hati-hati. Ia menyusul naik ke atas ranjang. Mata Alby menyusuri setiap inci figur Zora, dari keningnya yang mulus, bulu matanya yang lentik, kulit lehernya
Last Updated : 2026-09-13 Read more