"Itu hanya manipulasi, Zora. Sama persis dengan trik ibuku sebelumnya," ujar Alby tegas, suaranya tenang namun matanya menatap Zora tanpa berkedip sedikit pun.Di koridor rumah sakit yang dingin dan temaram, Alby merangkul bahu istrinya erat-erat. Jemarinya yang kokoh mengusap lengan Zora, berusaha menyalurkan rasa aman yang dibuat-buat demi menutupi kepanikan yang sempat mencengkeram dadanya."Kau ingat bagaimana ibuku menggunakan kalimat itu untuk merusak pikiranmu?" lanjut Alby, menunduk demi menatap langsung ke dalam manik mata Zora. "Selena mengalami trauma berat. Pikirannya tidak stabil, terdistorsi oleh gangguan persepsi dan kepahitan masa lalu. Dia menyebut tentang jantungmu hanya karena pernah merencanakan cara itu untuk mengusik kita. Mereka menginginkan satu hal, Zora, merobohkan kepercayaanmu padaku."Zora menatap suaminya lama. Nada suara Alby begitu meyakinkan, runtut, dan penuh perlindungan. Logikanya membenarkan bahwa Selena memang sedang berada
Last Updated : 2026-09-20 Read more