Pukul sembilan malam, Mentari baru saja hendak merebahkan tubuhnya ketika ponselnya berdering. Nama Gavin muncul di layar. Ia menatapnya beberapa detik dengan dahi berkerut.Bukannya sudah selesai jam kerja?Dengan sedikit ragu, Mentari mengangkat panggilan itu."Bisa keluar?" suara Gavin terdengar dari seberang."Keluar untuk apa, Pak?""Kita makan malam. Sekalian belanja kebutuhan sarapan."Mentari langsung terdiam. Ia pikir setelah seharian bekerja sampai larut, malam ini Gavin akhirnya akan membiarkannya beristirahat. Ternyata dugaannya salah.Gavin membawa Mentari ke supermarket yang berada di area lantai dasar apartemen. Ia mengambil keranjang, kemudian berjalan menyusuri lorong dengan tenang. Mentari mengikuti di sampingnya.Gavin mengambil roti, telur, susu, buah, kopi, air mineral, beberapa makanan praktis, dan camilan. Mentari tidak terlalu memperhatikan. Baginya, Gavin hanya sedang membeli kebutuhan untuk besok.Setelah itu, Gavin berjalan menuju area pakaian dalam. Mentari
Last Updated : 2026-09-02 Read more