“Pak Gavin. Kita ke rumah sakit saja ya? Saya telepon Mas Baskoro sekarang,” ujar Mentari.“Gak usah. Kamu aja bisa cepet sembuhnya. Kalau ke rumah sakit, terus diminta rawat inap, semua pekerjaan bisa berantakan. Biarkan saja tidur saja, mumpung hari libur.”Sejak Emil datang tadi siang, demam Gavin belum benar-benar turun. Ia lebih banyak menghabiskan waktu tidur di kamar Mentari. Sesekali, Mentari masuk untuk mengecek suhu tubuhnya dan memastikan Gavin masih baik-baik saja.Melihat laki-laki itu terus berbaring dengan wajah pucat dan tubuh berkeringat, Mentari mulai merasa Gavin benar-benar seperti pasien yang menderita sakit parah, tetapi keras kepala dan tidak mau dibawa ke rumah sakit.Padahal, biasanya Gavin terlihat begitu kuat dan selalu bisa mengatasi apa pun. Namun, baru meriang sehari saja, laki-laki itu sudah tidak berdaya seperti sekarang.Mentari berdiri di samping tempat tidur sambil memperhatikan Gavin yang masih tertidur. Wajah laki-laki itu terlihat pucat, sementara
Last Updated : 2026-09-09 Read more