Sejak duduk di meja makan, Gavin hampir tidak ikut dalam percakapan. Ia hanya menjawab seperlunya ketika ditanya, lalu kembali fokus pada makanannya. Gerakannya pun lebih cepat dari biasanya, seolah ingin segera menyelesaikan makan malam dan meninggalkan meja.Beberapa kali Felisha mencoba mengajaknya berbicara.“Gavin, bagaimana pekerjaanmu akhir-akhir ini?”“Baik.”“Masih sering ke Cikarang?”“Kadang.”Jawabannya singkat tanpa sedikit pun membuka ruang untuk percakapan lebih jauh.Felisha akhirnya memilih diam, meski sesekali masih mencuri pandang ke arah Gavin.Tidak lama kemudian, Gavin selesai makan lebih dulu.Ia meletakkan alat makannya, mengambil napkin, lalu menyeka sudut bibirnya. Setelah itu, ia berdiri dari kursinya.“Saya sudah selesai. Permisi, saya mau ke kamar.”Suasana di meja makan seketika berubah.Amanda yang sejak tadi memperhatikan Gavin langsung menoleh.“Gavin, tunggu dulu.”Amanda segera menahan Gavin sebelum ia benar-benar meninggalkan meja.“Gavin, duduk dul
Last Updated : 2026-09-18 Read more