“Mas, kita mau foto prewedding atau membuat album bukti kalau aku sudah resmi menjadi milik Mas?”Gavin mengangkat wajah dari katalog dekorasi yang sedang diperiksanya. Mentari duduk di sebelahnya sambil menahan tawa. Sejak mereka bertemu wedding organizer pagi itu, Gavin terus ikut campur dalam setiap keputusan.“Apa salahnya memastikan semua orang tahu kamu istriku?”“Enggak salah. Tapi Mas sudah memilih dekorasi, bunga, warna meja, bahkan bentuk undangan.”“Karena pilihannya kurang sesuai.”Mentari menunjuk salah satu halaman katalog. “Yang ini bagus. Dekorasinya sederhana, warnanya lembut.”Gavin melirik gambar tersebut. “Terlalu sederhana.”“Mas, kita mau resepsi, bukan mengadakan pesta kenegaraan.”“Aku ingin semuanya terlihat pantas untuk istriku.”Mentari tersenyum. “Kalau begitu, biar aku yang memilih. Mas cukup duduk manis.”Gavin menatapnya datar. “Aku tidak bisa duduk manis.”“Memangnya kenapa?”“Karena aku ingin memastikan kamu mendapatkan yang terbaik.”Mentari tertawa k
Last Updated : 2026-10-31 Read more