“Mas, kalau Mas terlambat masuk kantor gara-gara gak mau melepaskan pelukan ini, siapa yang harus bertanggung jawab?”“Perusahaan itu milikku. Aku yang menentukan kapan harus datang.”Mentari mendongak, menatap Gavin yang masih merapatkan tubuhnya ke dalam pelukan. Sejak tadi, lelaki itu sama sekali gak menunjukkan tanda-tanda ingin bangun, padahal pagi sudah semakin larut.“Kalau begitu, aku mandi duluan.”“Lima menit lagi.”“Mas sudah bilang begitu tiga kali.”“Berarti kau tahu aku masih butuh lima menit.”Mentari menahan tawa. Gavin memang bisa bersikap dingin kepada seluruh dunia, tetapi ketika berdua dengannya, lelaki itu sering bertingkah seperti anak kecil yang enggan ditinggal.“Kalau Mas terus begini, kita bisa terlambat.”“Ya sudah, kita mandi sekarang.”Gavin akhirnya melepaskan pelukannya, tetapi hanya untuk menggenggam tangan Mentari dan mengajaknya ke kamar mandi.“Mas, aku bisa mandi sendiri.”“Aku tahu.”“Terus, kenapa harus bareng?”“Karena aku mau.”Jawaban datar itu
Last Updated : 2026-10-28 Read more