Kania menatap Dewa yang sedang memunggunginya, lalu melangkah mendekat. Tangannya meraih lengan pria itu, memaksa Dewa berbalik. "Mas, kamu kenapa?" tanyanya pelan, tapi tegas. "Ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?" Dewa menatap wajah Kania. Ada keraguan di matanya, bayangan Mentari masih sempat melintas. Tapi Kania tidak memberinya kesempatan untuk larut. Wanita itu mengangkat tangan Dewa, meletakkannya di pinggangnya, lalu naik lagi ke atas meja, membuka kaki sedikit. "Aku ini istrimu loh, Mas," bisiknya. "Kan kita juga udah lama nggak bercinta, masa mau pergi gitu aja?" Dewa menghela napas. Ia menatap Kania — istri sahnya yang sekarang duduk di hadapannya dengan lingerie yang tersingkap, napas yang masih memburu, dan tatapan yang meminta. Bayangan Mentari sempat muncul lagi, tapi kali ini ia menggeleng pelan. 'Salah. Itu salah.' Di depannya ada Kania. Istrinya. Wanita yang sudah bertahun-tahun bersamanya. Pikiran barusan hanyalah kekeliruan karena lelah dan konflik yang ber
Last Updated : 2026-08-22 Read more