"Sayang...""Hm?""Pacar kamu yang bodoh itu, beneran mau kasih uangnya besok kan? Aku ingin belanja di mal dan makan enak," tanya si wanita dengan suara mendesah, jarinya mengusap bibir Rian yang basah.Rian terkekeh meremehkan di sela kehangatan tubuh mereka. "Pasti ngasih lah! Cewek polos seperti Mentari itu gampang banget buat dibodohi. Diancam sedikit pakai nama bapaknya, dia pasti sudah gemetaran." Pemuda itu kembali mengecup sang kekasih. "Besok kita pakai uang itu untuk pesta sama belanja."DEG!Bagaikan disambar petir di siang bolong, seluruh ketulusan, rasa kasihan, dan perjuangan Mentari selama ini hancur berkeping-keping menjadi debu. Air mata yang sempat mengering kini meleleh menelusuri pipinya yang masih memar. Pria yang selama ini ia bela, pria yang selama ini ia perjuangkan, ternyata hanya memanfaatkannya, bahkan menertawakan penderitaannya di belakang."R-Rian... ternyata kamu—" Mentari menutup mulutnya. Rasa mual, jijik, dan hancur yang teramat sangat melumpuhkan se
Last Updated : 2026-07-24 Read more