Di tempat lain, jauh dari kediaman megah keluarga Dewa, lampu-lampu studio pemotretan baru saja dimatikan satu per satu. Kania melangkah keluar dari area shooting dengan wajah lelah, riasannya mulai luntur di beberapa bagian karena keringat dan waktu pemotretan yang molor hingga malam. "Akhirnya selesai juga," gumamnya sambil melepas high heels yang sudah menyiksa kakinya sejak sore. Rina, asisten pribadinya, membukakan pintu ruang ganti khusus. "Bu Kania kerja keras banget hari ini. Saya siapin air dulu, ya, Bu." "Thank's, Rin." Kania melangkah masuk, langsung menjatuhkan diri ke sofa empuk di dalam ruangan itu. Ia memijat pelipisnya sendiri, matanya terpejam sejenak. Tidak lama kemudian, pintu terketuk pelan. Rina membukanya, dan di baliknya berdiri Evan, tersenyum tipis sambil membawa buket bunga kecil. Kania langsung duduk tegak, matanya berbinar seketika. "Evan?" "Aku dengar kamu shooting sampai malam, jadi aku ke sini." Evan melangkah masuk dengan santai. Kania melirik ke
Last Updated : 2026-09-01 Read more