"Bohong? Bohong soal apa, Nak?" Suara ibunya mulai terdengar panik dan bergetar hebat. "Tari sebenarnya nggak pernah kuliah, Bu... Dan Tari juga sebenarnya nggak kerja di kantor," aku Mentari diiringi isak tangis yang tertahan, kepalanya menunduk dalam-dalam hingga dahinya menyentuh lutut, bersimpuh dalam penyesalan walau sang ibu tak bisa melihatnya. "Tari kerja jadi asisten rumah tangga di Jakarta. Tari jadi pembantu di rumah orang kaya, Bu. Bukan kuliah sambil kerja kantoran seperti yang Tari ceritakan sebelumnya." Hening. Sunyi menelan ruangan itu. Tidak ada jawaban dari seberang telepon selama beberapa detik. Mentari memejamkan mata rapat-rapat, meremas jemarinya sendiri, bersiap jika ibunya akan marah, kecewa besar, atau bahkan membencinya. Namun, bukan amukan yang ia dengar. Yang terdengar kemudian justru suara helaan napas berat, disusul isakan pelan namun begitu menyayat hati dari sang ibu. "Ibu... Ibu marah ya sama Tari?" tanya Mentari takut-takut, suaranya hampir tak te
Last Updated : 2026-08-13 Read more