Uap hangat masih membumbung tipis dari dalam kamar mandi berlantai marmer di sebuah suite room hotel bintang lima. Kania melangkah perlahan, menyapukan jemarinya pada rambut hitam bergelombang yang masih basah kuyup usai dibersihkan. Selembar bathrobe sutra berwarna putih gading membalut tubuh rampingnya, terikat agak longgar di bagian pinggang. Dengan satu tangan memegang handuk kecil untuk mengeringkan rambut, tangan lainnya meraih ponsel pintar yang tergeletak di atas meja rias. Layar ponselnya menampilkan puluhan notifikasi pekerjaan, surel dari agensi, serta beberapa panggilan tak terjawab dari asisten pribadinya. Kania menggeser layar dan menekan tombol panggil ulang. Hanya butuh dua kali getaran sebelum panggilan itu tersambung. ["Halo, Bu Kania! Astaga, akhirnya Ibu angkat telepon juga,"] suara Rina, sang asisten, terdengar agak terengah-engah dari balik telepon. "Ada apa, Rin? Suaramu kayak panik begitu," sahut Kania datar, melangkah menuju meja kerja kecil di dekat j
Last Updated : 2026-08-20 Read more