Suara mesin AC yang sejak tadi terdengar menderu dari lantai dua akhirnya berhenti.Mentari yang masih mengenakan dress sutra biru muda pemberian Dewa segera berjalan menelusuri lorong menuju tangga utama.Dua teknisi AC tampak turun perlahan sambil membawa tas perkakas mereka. "Sudah selesai, Mbak," ujar salah satu dari mereka seraya menyapukan pandangan."Oh, syukurlah," sahut Mentari ramah, menyunggingkan senyum tulusnya. "Kalau begitu, saya antar sampai depan ya, Mas.""Bos-nya tadi ke mana Mbak?"Mentari langsung menoleh. "Kenapa emang Mas?""Dia galak banget, Mbak. Kok Mbak betah sih?" cibir pria itu.Mentari yang berjalan berdampingan dengan dua teknisi itu hanya terkekeh kecil. "Sebenarnya beliau orang baik kok, Mas.""Baik apanya, serem begitu."Gadis itu hanya tersenyum canggung mendengar curhatan dua orang itu. Dan begitu sampai di dekat daun pintu, teknisi yang lebih muda itu kembali melirik penampilan Mentari dari ujung rambut hingga ke ujung kaki dengan binar mengagumi.
Última atualização : 2026-09-16 Ler mais