Pelayan berusia 40-an itu menggeleng pelan."Tidak pernah, Nona...""Bi Lita, jangan membuat Sinta takut.""Maaf, Tuan Besar, saya hanya...""Hm, aku mengerti. Lanjutkan saja pekerjaanmu, ya?""Baik, Tuan."Sinta tidak menyangka Tuan Prabu yang terkenal sebagai pebisnis berdarah dingin itu bisa bersikap lembut terhadap pelayan rumah.Sangat berbeda dengan ayahnya, Krisna Jayadi, yang akan melontarkan berbagai macam makian hingga mengabsen nama-nama binatang kepada pelayan rumah jika mereka melakukan kesalahan, meskipun hanya kesalahan sepele.Setelah Bi Lita pergi, meja makan pun kembali hening.Saat itu, Sinta baru memperhatikan gelagat dua orang di hadapannya yang terasa begitu kaku dan canggung."Kalian berdua memang sekaku ini, ya, saat makan bersama?"Arjuna dan Tuan Prabu sama-sama mendongak saat mendengar pertanyaan itu."Tidak, kok. Biasanya kami mengobrol. Iya, kan, Ayah?""Ya, biasanya kami mengobrol... sedikit."Pengakuan kedua pria itu malah membuat Sinta tertawa renyah ka
Last Updated : 2026-09-18 Read more