Alih-alih takut pada kemarahan Sinta, Arjuna justru mencubit ujung hidung wanita itu dengan lembut."Aku memang gila, Kak. Gila karena sangat menginginkan wanita di hadapanku ini."Sinta memejamkan mata, tampak makin kesal. "Juna, aku tidak sedang bercanda.""Sinta benar, Juna. Keluarga Jayadi itu jelmaan siluman ular dan lintah. Mereka bisa menyedot habis darahmu, jangan meremehkan mereka," timpal Lula dengan cepat.Arjuna tersenyum, lalu berkata, "Baiklah, maafkan aku. Aku hanya tidak ingin kalian terlalu tegang."Arjuna meraih kedua bahu Sinta, kemudian menatap lurus ke dalam manik mata wanita itu. "Jangan khawatir, Kak, aku tidak sebodoh itu. Menurutmu, kenapa aku menyuruhnya datang ke kantor pusat Pandawa Group besok pagi bersama tim kuasa hukumku?" bisiknya lembut.Sinta mengerutkan keningnya. "Maksudmu?""Seperti kata pepatah, orang serakah itu tidak akan pernah cukup. Seperti anjing yang lapar, mereka akan mengejar secepat kilat meskipun yang dilemparkan ke arah mereka hanyala
Last Updated : 2026-09-14 Read more