“Sekarang apa rencanamu, Nak?” tanya Ayah serius.Aku tidak langsung menjawab. Mataku menatap buku di meja itu selama beberapa detik. “Aku akan mempelajarinya dulu, Yah. Aku sendiri belum tahu apa yang mendasariku untuk menulis buku itu.”Ayah mengangguk. “Baiklah, sementara kamu mempelajarinya, Ayah dan Ibu akan mengurus hal lainnya. Tapi Ayah mohon, jangan terlalu memaksakan diri.”“Iya, Lyra,” sambung Ibu lembut. “Kamu baru saja sembuh. Jangan terlalu memaksakan diri. Sekarang istirahatlah dulu.”Aku mengangguk, berbalik, lalu melangkah keluar dari ruang kerja Ayah. Saat ini aku memang belum bisa mengingat hal-hal yang membawaku menulis buku itu, tapi... aku sangat yakin bisa membantu menyelesaikan masalah ini.Setelah sampai di kamar, aku kembali membuka buku tersebut. Lembaran demi lembaran kupelajari secara detail.Kalau ini hanya soal pembuktian... pembuktian siapa? Dan kepada siapa?Rentetan pertanyaan lain ikut bermunculan setelah aku membaca setengah dari isi buku naskahku.
آخر تحديث : 2026-10-14 اقرأ المزيد