Pria yang berdiri di balik pintu itu adalah Arka. Kaos kasual hitamnya mencetak jelas lekuk tubuh atletis yang kokoh. Manik hitamnya bergerak turun dan menangkap penampilanku dengan piyama pendek yang menyingkap sebagian pahaku, seketika mukanya memerah. Kak Shiena yang menyadari itu langsung menyenggol lenganku jahil, “Kamu keluar kamar enggak ganti baju? Sengaja mau goda seseorang, ya?” bisiknya kekerasan, lalu menoleh ke Arka.Arka berdeham canggung. Reflek aku menarik ujung piyama.“Dan kau, Tuan Tetangga Baru... matamu dijaga, ya. Jangan sampai punya hasrat tersembunyi pada sahabatku yang cantik, imut dan manis ini,” sambung Kak Shiena menggoda.”Ah, sial! Timku sudah meneror sejak subuh, jadwal pameran perhiasanku dimajukan mendadak,” seru Kak Shiena panik. Dia langsung mendorongku pelan ke arah dalam ruangan. “Lyra, cepat ganti bajumu. Arka, karena kau tetangga baru di sini, aku titip sahabatku yang ini, ya! Aku pergi dulu! Dah!” ucapnya melenggang pergi meninggalkan kami d
Última actualización : 2026-07-12 Leer más